Pengabdian Masyarakat Halaqah Penyusunan Tafsir At Tanwir XIII 10-11 Januari 2026

Yogyakarta – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menyelenggarakan Halaqah Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah XIII pada 10–11 Januari 2026 di Gedoeng Moehammadijah, Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan K.H.A. Dahlan No. 103 Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian ilmiah dalam penyusunan Tafsir At-Tanwir, tafsir resmi Muhammadiyah yang berorientasi pada pencerahan dan pembaharuan pemikiran Islam. Halaqah kali ini diikuti oleh 75 peserta, terdiri atas unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid, penulis tafsir, tim editor, dan panitia pelaksana.

Salah satu narasumber yang kembali berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H., Ketua Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ini merupakan kali ketiga beliau dipercaya sebagai penulis dan pemapar naskah tafsir dalam halaqah tersebut. Pada edisi XIII ini, Dr. Isman membawakan tafsir untuk Surah Al-Maidah ayat 33–40, dengan tema “Penghormatan Hak Milik sebagai Wujud Pemenuhan Kontrak Sosial dan Perjanjian dengan Tuhan”. Dalam naskah tersebut, beliau mengupas ayat-ayat yang berkaitan dengan fikih jinayat (pidana Islam) dan fikih qadha’i (peradilan Islam).

Kegiatan berlangsung dalam format Focus Group Discussion (FGD), di mana para penulis tafsir mempresentasikan draf naskahnya dan menerima masukan dari peserta lain untuk penyempurnaan tafsir. Acara ini dibuka oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Dr. Hamim Ilyas, M.Ag., dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A., serta para akademisi dan pakar Al-Qur’an dari berbagai universitas Muhammadiyah di Indonesia. Melalui Halaqah XIII ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tafsir Al-Qur’an yang kontekstual, membumi, dan menjawab tantangan zaman, serta memperkuat kontribusi akademisi dalam membangun peradaban Islam berbasis ilmu dan nilai keadilan. “Kegiatan ini bukan hanya ajang diskusi akademik, tetapi juga wujud nyata pengabdian masyarakat berbasis keilmuan tafsir yang bernilai pencerahan,” ujar Dr. Isman seusai pemaparan naskahnya.

Dengan semangat Islam berkemajuan, hasil halaqah ini diharapkan memperkaya khazanah tafsir At-Tanwir sebagai pedoman umat Islam Indonesia dalam memahami ajaran Al-Qur’an secara lebih mendalam dan aplikatif.

Link Youtube: https://youtu.be/o5Qols_pudE